Sunday, November 10, 2019

Proses Penciptaan Manusia

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT AL-QUR'AN DAN SAINS


1. Proses Tahapan Penciptaan Manusia


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (14) ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ (15) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ (16(

Artinya : “dan sungguh, kami telah menciptakaan manusia dari saripati (berasal) dari tanah(12). Kemudian kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)(13).

Kemudian air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian, kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, pencipta yang paling baik (14). Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati (15). Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat(16)”. (Q.s Al-Mu’minun [23]: 12-16)

Didalam ayat tersebut dapat dijelaskan bahwa bahwa tahapan – tahapan penciptaan manusia berawal dari :

1.Fase Nuthfah

Kami telah menjadikan manusia dari saripati tanah. Segolongan ahli tafisr menyatakan bahwa yang dimaksud dengan manusia disini adalah anak adam. Mereka berkata:“Nuthfah-nuthfah itu adalah darah yang berasal dari makanan, baik daging maupun tumbuhan. Tumbuhan itu berasal dari zat-zat yang terdapat dalam tanah dan air. Karena itu, manusia itu sebenarnya berasal dari saripati tanah, yang kemudian berproses melalui air mani (sperma).
Ada yang berkata bahwa yang dimaksud manusia disini adalah adam dan anak-anak keturunannya, bukan adam saja dan bukan anak keturunannya saja. Adam diciptakan oleh Allah dari tanah liat. Anak keturunan adam dijadikan dari air mani, air mani dari darah, dan darah berasal dari makanan, baik makanan dari bahan baku tumbuhan ataupun daging, dan keduanya berasal dari tanah (bumi). Jika demikian halnya, maka manusia mutlak dijadikan dari tanah sebagaimana yang telah dinashkan dalam surat di atas.
Kemudian nuthfah yang ditempatkan dalam shulbi (tulang sumsum) ayah, yang kemudian dimasukan ke dalam rahim si ibu. Setelah bertemu dengan sel telur ibu, maka terpeliharalah dalam rahim menjadi bayi sampai hari kelahirannya. Sebagaimna dijelaskan juga didalam surat Ath-Thariq (86) : 5-7 :

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ (5) خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ (6) يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ (7)

Artinya:“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apadiciptakan(5). Manusia diciptakan dari air yang terpancar(6) yang keluar dari antara tulang shulbi dan tara’ib“.
Yang dimaksud dengan (air yang terpancar) adalah sperma yang dicurahkan ke rahim seorang perempuan yang berasal dari tulang punggung lelaki (Shulb). Sementara Tara’ib merupakan organ khusus perempuan, yaitu bagian tubuh tempat mengeuarkan cairan yang membawa sel telur ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan lelaki. Sperma yang memancar itu akan bertemu dengan sel telur sehingga mengakibatkan terjadinya kehamilan. Berpuluh-puluh abad setelah turunnya ayat ini, secara ilmiah ditemukan bahwa kehamilan hanya dapat terjadi dari pertemuan dua cairan, sperma lelaki yang keluar dari shulbi dan perempuan yang keluar dari tara’ib.
Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى (37) ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى (38) فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى (39)
Artinya : “Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)(37). Kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya (38). Lalu dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan (39). (al-Qiyamah [75] : 37 – 39)

Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.
Pada ayat diatas, kita saksikan air mani yang dipancarkan ke rahim. Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur’an dengan ungkapan, “setetes mani yang ditumpahkan”.
Sperma terbentuk di dalam testis (biji pelir) yang menurut penegasan disiplin embriologi terdiri dari sel-sel yang bertempar di bawah dua ginjal di pinggang, kemudian turun ke bawah perut pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Sperma laki-laki mengandung unsur–unsur pokok sebagai berikut :
•Spermatozoa, yang musti memancar kuat dan bergerak aktif jika ingin menghasilkan pembuahan.
•Bahan postagladin yang bisa menyebabkan pengerutan pada rahim, sehingga membantu perpindahan spermatozoa ke tempat pembuahan.

2. Fase ’Alaqoh (segumpal darah)

Ibnu Abbas menganggap bahwa ’Alaqoh adalah sejenis lintah hitam. Dinamakan ’alaqoh karena jika diletakkan di bagian tubuh manapun dari manusia, ia akan menghisap darah yang rusak. Ketika ilmu pengetahuan kian maju, mikroskop makin canggih, dan para ilmuwan berhasil mengetahui bentuk dan proses pembentukan spermatozoa, menjadi jelaslah bahwa spermatozoa sangat mirip dengan seekor lintah yang disebutkan Ibnu Abbas. Spermatozoa memiliki kepala dan ekor sama dengan lintah.
’alaqoh menurut ahli bahasa memiliki pengertian yang bermacam-macam diantaranya :
•Lintah yang hidup dalam kolam yang menghisap darah makhluk lain.
•Sesuatau yang bergantung dengan makhluk lain.
•Arah yang membeku / mengeras.
Namun keseluruhan makna ’alaqoh ini memang sesuai dan cocok dengan realitas janin manusia setelah tertanam di dinding rahim yang tampakseperti lintah (leech) selain itu juga menempel pada dinding rahim melalui tali pusar dan didalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yang membentuk jaringan pulau-pulau tertutup sehingga memberi kesan bahwa darah tersebut beku.
Awalnya Hanya Bersel Satu Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi. Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri.
Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal. Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah. Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya. Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:

Perjalan sperma menuju rahim
Pertama-tama sel telur yang sudah matang dalam arti yang sudah siap dibuahi memulai perjalananya dari organ yang disebut tuba fallopi menuju rahim dengan bantuan rambut halus yang disebut syilia yang membantu sel telur menuju tempat yang benar.
Jika sel telur bertemu dengan sel sperma maka berlangsunglah proses fertilisasi didalam saluran telur sehingga terbentuklah zigot yang terdiri atas satu sel (banyak sel tapi hanya satu sel). Zigot yang terbentuk terus bergerak menuju ke rahim untuk untuk kemudian menempel pada dinding rahim itu disebut Implantasi.
Pada tahap awal perkembangannya, bayi dalam rahim ibu berbentuk zigot, yang menempel pada rahim agar dapat menghisap sari-sari makanan dari darah ibu. Informasi ini, yang ditemukan oleh embriologi modern, secara ajaib telah dinyatakan dalam Al Qur’an 14 abad yang lalu dengan menggunakan kata “‘alaq”, yang bermakna “sesuatu yang menempel pada suatu tempat” dan digunakan untuk menjelaskan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.
Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.
Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur’an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur’an and Sunnah)

3. Fase Mudghah (segumpah daging)

Menurut pengertian etimologis (bahasa), mudhghah berarti benda yang dikunyah dan dimamah oleh igi. Istilah mudhghah menunjukkan gambaran detail tentang realistis fase perkembangan janin in, dimana janin sudah berbentuk seperti benda kunyahan yang selalu berubah bentuknya. Munculnya kepingan-kepingan somites di dalam janin dan keragamannya mirip dengan bentuk karakter gigi ketika mengunyah. Aktifitas janin yang berputar-putar dan membolak-balik di dalam rahim juga mirip dengan pembolak-balikan potongan benda yang dikunyah di dalam mulut. Dan salah satu sifat dan karakter benda mamahan adalah ia bisa memanjang dan berubah bentuk ketika dikunyah. Dan inilah yang terjadi paa janin dalam fase ini.
Urutan kemunculan fase mudhghah stelaha fase ’alaqoh sama persis dengan apa yang dimaktub dalam al-Qur’an :

فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا
“dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang”(Q.s. Al-Mi’minun [23]: 14 ).
Adanya dua tahapan pembentukan dalam fase mudhghah ini, yaitu tahap pra-pembentukan dan tahap pembentukan (fashioning)juga persis seperi penjelasan Al-Qur’an :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى…
“Hai manusia, kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah)sesungguhya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan.” (Q.s AlHajj [22] : 5).

4. Fase Idzam (tulang)

Istilah idzam (tulang) yang digunakan al-Qur’an untuk menyebut fase ini merupakan istilah yang mampu mengekspresikan tahapan perkembangan janin ini dengan gambaran akurat, mencakup perfoma eksternal yang merupakan perubahan yang terpenting dalam konstrulsi internal, beserta hal-hal yang terkait berupa pola hubungan baru antara bagian-bagian tubuh dan kesempurnaan postur janin. Fase ini memiliki perbedaan yang mencolok dengan fase sebelumnya. Sebagaimana telah di terangkan Oleh Allah swt :

فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (14)
“dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian, kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, pencipta yang paling baik (14).”
Pembentukan tulang dalam fase ini adalah aspek penciptaan yang paling menonjol, sebab di sini terjadi perubahan signifikan dari bentuk Mudhghah yang tidak menampakkan cirri-ciri bentuk manusia menjadi kerangka sempurna dalam masa waktu yang relative singkat, yaitu pada detik-detik terakhir minggu ke-6. Oleh karena itu digunakan kata sambung (huruf athaf) “ف” yang memiliki arti peralihan secara cepat tanpa jeda waktu yang lama. Kerangka inilah yang memberikan postur manusia dalam janin setelah dibungkus dengan daging (otot – otot) dan menunjukkan bagian-bagian mata, bibir, dan hidung. Bentuk kepala dalam fase ini juga sudah berbeda dengan batang tubuh dan bagian-bagian ujung tubuh (tangan dan kaki).
Fakta ini membuktikan kebenaran sabda Rasulullah saw :
“Jika sperma telah melewati masa 42 malam( hari) , maka diutuslah malaikat kepadanya yang langsung membentuknya (dengan postur manusia), membuat telinga, mata, kulit, daging dan tulang-tulangnya. Kemudian malaikat akan bertanya (pada tuhannya) Ya Tuhan, laki-laki atau perempuan”(Shahih Muslim).
Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio
Awalnya Hanya Bersel Satu Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi. Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri.
Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan. Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia.
Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak. Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.
Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia.
Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali. Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.

Tujuan Penciptaan Manusi Menurut Islam


•Mengabdi Kepada Allah SWT Sebagai Illah
”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adzariyat : 54)
•Menjadi Khalifah fil Ard dan Tidak Berbuat Kerusakan di Muka Bumi
Tugas manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah sendiri bisa bermakna pemimpin atau penggganti. Misi ini adalah hakikat manusia menurut islam yang harus dilakukan. Untuk mengetahui apa sebetulnya makna khalifah maka perlu memahaminya lebih dalam lagi dengan pendekatan ayat Al-Quran.
•Mengejar Tujuan Akhirat
Kehidupan di dunia adalah sementara. Untuk itu, dunia bukan tujuan akhir dari kehidupan manusia dan juga bukan tujuan dari penciptaan manusia untuk tinggal di bumi. Kehidupan sejati adalah di Akhirat nanti.

Friday, November 1, 2019

Reuse, Reduce dan Recycle

Penerapan Sistem 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) Dalam Kehidupan Sehari-hari



1. Pengertian


•Reduce

Reduce atau reduksi sampah merupakan upaya untuk mengurangi timbunan-timbunan sampah di lingkungan sumber dan bahkan dapat dilakukan sejak sebelum sampah di hasilkan, maksudnya sampah bisa di kurangi sebelum terjadinya penumpukan dengan cara mencegahan pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan masyarakat sekitar, dengan adanya pencegahan tersebut maka penumpukan sampah tidak akan terjadi.
Setiap lingkungan yang ada di sekitar kita bisa melakukan upaya reduksi sampah, yaitu dengan cara merubah pola hidup konsumtif masyarakat, seperti perubahan kebiasaan dari yang suka boros dan menghasilkan banyak sampah menjadi hemat dan efisien dan sedikit menghasilkan sampah, namun hal ini diperlukan kemauan dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat itu sendiri untuk dapat merubah kebiasan tersebut.

•Reuse

Reuse berarti menggunakan kembali sampah atau bahan-bahan yang terbuang dan tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan sekitar kita, banyak sampah-sampah yang dapat kita gunakan kembali seperti kertas, botol bekas seperti bekas minum-minuman, kaleng susu, semua itu dapat kita gunakan dan manfaatkan seperti merubahnya menjadi pot tanaman, atau kerajinan tangan, dan kreativitas lainnya.

•Recycle

Recyle berarti mendaur ulang kembali sampah-sampah atau bahan-bahan yang tidak lagi berguna menjadi bahan lain, dengan melakukan berbagai proses pengolahan seperti mengolah sisa-sisa kain perca menjadi selimut, kainlap, keset kaki, dan sebagainya.
Atau bisa juga mengolah kembali botol-botol plastik bekas menjadi biji plastik, sehingga bisa dicetak kembali menjadi ember, gantungan hanger, pot plastik, dan masih banyak lagi, kertas juga dapat diolah kembali menjadi bubur kertas, sehingga bisa dicetak kembali menjadi kertas yang bisa di jual.

2. Contoh Penerapan

Kali ini saya akan mengambil sempel sampah yang dapat dimasukan kedalam kategori 3R (Reuse, Reduse, Recycle) yang saya kumpulkan selama 5 hari mulai dari tanggal 27-31 oktober 2019. 






Mungkin inilah sampel yang saya ambil dalam 5 hari, karna faktanya saya tidak terlalu sering jajan dan sampah sayapun dikatakan sedikit.

Jadi, dalam ke 6 sempel ada yang bisa dimanfaatkan kembali dan juga ada yang tidak bisa dimanfaatkan kembali.
Yang saya tekan kan disini sebagai Mahasiswa Ilmu Lingkungan adalah kita harus lebih mencintai lingkungan kita dan kurangi sedemikian mungkin sampah kalo bisa dimanfaatkan ya gunakan.

Berapa Lama Sih Sampah Terurai?


Bisa dipikirkan kan betapa sangat sulit nya Sampah terurai Jika dibuang dimana saja.
Yuk Lebih Cintai Lingkungan Kita..


Friday, October 25, 2019

Problem Lingkungan Di Indonesia

https://nasional.sindonews.com/read/1302781/15/10-problem-besar-lingkungan-di-indonesia-1525347778

Berdasarkan Nasional Sindo News, bahwa ada 10 Problem Besar Lingkungan Di Indonesia. Dan problem ini sangat menghambat kemajuan bangsa Indonesia itu tersendiri yang berakibat fatal pada sektor perkembangannya.

Problem-problem lingkungannya yaitu :
1. Sampah
2. Banjir
3. Sungai Tercemar
4. Pemanasan Global
5. Pencemaran Udara
6. Kerusakan Ekosistem Laut
7. Sulitnya Air Bersih
8. Kerusakan Hutan
9. Abrasi
10. Pencemaran Tanah

Untuk itu perlu ada nya penanggulangan lebih lanjut terkait problem lingkungan ini.
6 Upaya Pencegahan atas Pencemaran Lingkungan.

Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dijelaskan bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan terhadap permasalahan pencemaran terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian.

Upaya pencegahan adalah mengurangi sumber dampak lingkungan yang lebih berat. Ada pun penanggulangan atau pengendaliannya adalah upaya pembuatan standar bahan baku mutu lingkungan, pengaweasan lingkungan dan penggunaan teknologi dalam upaya mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Secara umum, berikut ini merupakan upaya pencegahan atas pencemaran lingkungan :

1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari lingkungan
2. Menempatkan industri atau pabrik terpisah dari kawasan permukiman penduduk
3. Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida dan bahan kimia lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran lingkungan.
4. Melakukan penghijauan.
5. Memberikan sanksi atau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan yang mencemari lingkungan
6. Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang sesungguhnya.

Thursday, October 24, 2019

Teori Evolusi Biologi


1. Pengertian


Evolusi merupakan ilmu yang  mempelajari perubahan yang berangsur-angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat. Teori evolusi mempelajari proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup. Teori evolusi merupakan suatu teori yang dinamis, selain penting dalam biologi juga dalam perkembangan teknologi.
Biologi sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan keadaan fisik organisme atau mkhluk hidup mengemukakan juga ide atau gagasan evolusi biologis (biological evolution) yang mana telah mengalami evolusi pula dalam sejarah perkembangannya. Evolusi biologis sebagaimana dikenal dewasa ini telah berbeda dengan gagsan evolusi yang dikemukakan oleh Aristoteles, Chevalier de Lamarck, dan Charles Robert Darwin.

Lalu Apasih Evolusi Biologi itu?


Teori evolusi biologis mengemukakan bahwa hewan, tumbuhan, dan juga manusia merupakan hasil perkembanagn evolusi dari makhluk-makhluk hidup yang berbentuk lebih sederhana, bermula dari adanya satu atau beberapa bentuk makhluk hidup sangat sederhana pda awal kehidupan di bumi yang secara perlahan-lahan berkembang menjadi berbagai spesies organisme (Widodo, 1993).
Terdapat sejumlah bukti tidak langsung yang tidak lengkap dan penjelasan dari berbagai cabang biologi yang dapat digunakan untuk mendukung gagasan evolusi.
Biologi sebagai ilmu pengetahuan alam memiilki metode induktif dalam memperoleh kebenaran. Kebenaran evolusi yang diperoleh dari penarikan kesimpulan secara induktif ini diterapkan berlaku umum terhadap semua organisme. Biologi sebagai ilmu pengetahuan alam pada umumnya mewadahi hal-hal yang rasional dengan dilengkapi bukti-bukti.
Apabila terdapat fenomena suatu peristiwa alam dapat dikemukakan gagasan yang dapat menjelaskan fenomena tersebut dengan disertai bukti-bukti yang bisa diuji, gagasan hasil pengujian tersebut disebut hukum.
Apabila hanya terdapat bukti-bukti yang tidak langsung atau bukti-bukti yang tidak lengkap untuk mendukung penjelasan rasional terhadap gejala alam, maka gagasan hasil telaahnya disebut sebagai teori. Sedangkan apabila gagasan itu sama sekali belum disertai bukti yang diperlukan maka gagasan tersebut disebut sebgai hipotesa.

2. Mekanisme Teori Evolusi Biologi


Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi – dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam.
Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.

3. Konsep Pewarisan Sifat




Pewarisan sifat atau hereditas merupakan penurunan sifat dari induk (orang tua) kepada keturunannya (anak). Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat ini disebut genetika. Sifat-sifat suatu makhluk hidup diwariskan melalui sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Bagian sel yang bertanggung jawab terhadap penurunan sifat ini terdapat di bagian inti sel (nukleus). Di dalam inti sel terdapat kromosom. Kromosom merupakan benang-benang halus yang berfungsi sebagai faktor pembawa sifat keturunan. Di dalam kromosom terdapat substansi pembawa sifat keturunan yang terdiri atas senyawa kimia yang disebut gen. Gen berfungsi sebagai penentu sifat-sifat suatu makhluk hidup. Kromosom dan gen inilah yang mengendalikan pewarisan sifat pada makhluk hidup.

KROMOSOM

Kromosom adalah materi genetik yang berupa benang-benang halus (kromatin) yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetik kepada keturunannya. Setiap inti sel suatu makhluk hidup memiliki dua jenis kromosom yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom kelamin (gonosom).



• Kromosom Tubuh
Kromosom tubuh berfungsi untuk menentukan sifat-sifat tubuh suatu organisme. Kromosom tubuh dilambangkan dengan A yang berasal dari kata autosom yang terdiri dari 22 pasang atau berjumlah 44 buah. Autosom terletak pada sel tubuh dan berpasangan sehingga disebut kromosom diploid (ditulis dengan 2n).
• Kromosom Kelamin
Kromosom kelamin (gonosom) berfungsi untuk menentukan jenis kelamin suatu organisme. Gonosom berjumlah 1 pasang atau 2 buah, gonosom pada laki-laki dilambangkan dengan XY dan pada perempuan dilambangkan dengan XX. Gonosom terletak pada sel kelamin dan tidak berpasangan sehingga disebut kromosom haploid (ditulis dengan n).

GEN

Komposisi dan susunan gen-gen di dalam tubuh makhluk hidup disebut genotipe. Genotipe setiap makhluk hidup berbeda-beda yang dapat menentukan sifat-sifat suatu makhluk hidup tersebut. Pada dasarnya, genotipe adalah sifat pada makhkuk hidup yang tidak terlihat. Genotipe inilah yang nantinya akan memunculkan sifat fenotipe. Fenotipe adalah sifat pada makhluk hidup yang dapat terlihat. Sifat fenotipe merupakan perpaduan antara sifat genotipe dan lingkungannya.



Pada umumnya, suatu gen dinyatakan dengan simbol huruf. Huruf kapital menyatakan gen yang bersifat dominan, misalnya M (merah), sedangkan huruf kecil menyatakan gen bersifat resesif, misalnya m (putih). Gen selalu berpasangan misalnya MM, Mm atau mm. Gen yang sama jenisnya seperti MM atau mm disebut homozigot, sedangkan gen yang berbeda jenisnya seperti Mm disebut heterozigot. Jika gen dominan bersama-sama dengan gen resesif, sifat yang akan tampak adalah sifat yang dibawa oleh gen dominan dan sifat yang dibawa oleh gen resesif tidak akan muncul. Sebagai contoh, sifat pendek dominan tehadap sifat tinggi. Jika gen untuk pendek muncul bersama-sama dengan gen untuk tinggi, sifat pendeklah yang akan muncul pada keturunanya.

4. Asal-usul Manusia Menurut Teori Evolusi Biologis


Sampai sekarang tentang asal-usul manusia belum jelas benar menurut ilmu pengetahuan. Penemuan- penemuan fosil berdasarkan argumen tertentu tidak menjadikan para ahli bersepakat untuk menarik kesimpulan bahwa manusia sekarang ini Homo sapiens telah berasal dari makhluk yang telah berfosil.
Penamaan homo sapiens pertama kali di berikan oleh Carolus Linnaeus 1707-1778,seorang ahli botani dari swedia. Genus homo sapiens yang telah punah antara lain homo neanderthalensis secara anatomis paling dekat dengan homo sapiens . sehubungan dengan hal itu beberapa ilmuan mengemukakan bahwa homo neanderthalesis adalah salah satu ras yang sudah punah dari homo sapiens neanderthalesis dan jenis manusia yang hidup sekarang nama latinnya adalah Homo sapiens sapiens.
Bila kitamengikuti teori evolusi biologis bahwa mahkluk-makhluk hidup berkembang dari makhluk-makhluk yang lebih sederhana, akan tetapi tidak berarti bahwa semua makhluk yang sederhana menjadi nenek moyang makhluk yang lebih tinggi tingkatanya. Misalnya, sekalipun jenis kera yang hidup sekarang ini mirip manusia, tetapi tidak ada seorang ahlipun di waktu ini yang mempercayai lagi bahwa manusia keturunan kera semacam itu. Teori evolusi biologis hanya menyimpulkan bahwa kera-kera yang masih hidup di waktu ini dan manusia telah berkembang pada jalan perkembangan yang berbeda, sekalipun mungkin berasal dari perkembangan evolusi mahkluk hidup pra-sejarah yang sama.
Menurut ilmuan Charles Darwin dalam menggunakan teorinya terhadap manusia, beliau menyatakan bahwa manusia berasal dari nenek moyang yang sama yakni monyet. Charles darwin menekankan bahwa diantara kera atau simphanse yang masih hidup di zaman ini berasal dari nenek moyang yang menurunkan manusia, hanya saja perubahan evolusinya ke arah yang berlainan. Pada akhir bukunya “ The Origin of Spesies”, 1859 mengatakan : “ Much light will be thrown on the origin of man and his history : Dan dalam bukunya kemudian “ The Descent of Man “ , 1871 charles darwin benar-benar tidak dapat menjelaskan dengan pasti nenek moyang manusia dan hingga kini sebenarnya asal-usulmanusia belum jelas benar sebagaimana kebanyakan dikirakan orang.

Thursday, October 17, 2019

Mengenal RAS

1. Pengertian Ras


Ras merupakan sebuah sistem penglasifikasikan yang dipakai untuk mengkategorikan manusia ke dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda dengan ciri tenotipe, asal-usul geografis, fisik dan suku yang diwarisi.
Pengertian lain dari ras secara umum yaitu pengelompokkan berdasarkan ciri biologis, tidak menurut ciri-ciri sosiostruktural. Dapat diartikan ras adalah suatu golongan penduduk suatu daearah yang memiliki sifat-sifat keturunan  tertentu yang tidak sama dengan penduduk daerah lainnya.

2. Jenis-Jenis Ras


Jenis-jenis atau macam macam ras di dunia menurut A.L Krober dibagi menjadi empat jenis, sebagai berikut:

a. Ras Mongoloid
Adalah jenis ras dengan berkulit kuning. Golongan bangsa yang termasuk ras mongoloid antara lain:
• American Mongoloid (Eskimo di Amerika Utara sampai penduduk Terra del Frugo di Amarika Selatan.
• Malayan Mongoloig (Asia Tenggara, Malaysia dan Filipina, Kepulauan Indonesia)
• Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, Asia Timur)

b. Ras Negroid
Adalh jenis ras dengan berkulit hitam. Golongan bangsa yang masuk dalam ras negroid antara lain:
• African Negroid (Benua Afrika)
• Melanisia (Papua dan Melanisia)
• Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina)

C.Ras Kaukasoid
Adalah ras dengan berkulit putih. Golongan bangsa yang termasuk ras kaukasoid antara lain:
• Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik)
• Mediterania (Sekitar laut tengah, Amerika Utara, Amerika, Arabia, Armenia, Iran)
• Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur)

d. Ras Khusus Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan
Yang termasuk ras tersebut antara lain:
• Ainu (Pula Kurufoto dan Hokaido di Jepang utara)
• Polynesian (Di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia)
• Australoid (Penduduk asli Ausralia)
• Veddoid (Pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan)

Friday, October 11, 2019

ILMU LINGKUNGAN

Hubungan Manusia Dengan Lingkungan


Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi Fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam. Dan ilmu lingkungan adalah ilmu interdisiplin atau gabungan dari bermacam-macam disiplin ilmu.

1. Alasan Mempelajari Ilmu Lingkungan?

Kadang kita sebagai makhluk suka bertanya-tanya Apasih manfaat kita Mempelajari suatu ilmu jika memang dirasa tidak bermanfaat apakah emangnya harus kita acuh kan? tidak kan! untuk itulah jangan pernah sesekali memilah milih ilmu.
Alasan :
- Untuk memperdalam dan mengkaji lebih dalam tentang ilmu lingkungan itu sendiri
- Untuk mengetahui manfaat ilmu tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari
- Menambah wawasan


2. Tragedy Of The Communs 

Tragedi Kepemilikan Bersama (Inggris: Tragedy of the Commons) adalah suatu ketidakbahagiaan akibat kekejaman dalam bekerja untuk merebut sesuatu.
Tragedi Kepemilikan Bersama timbul saat setiap manusia berusaha mengambil kekayaan alam yang menjadi milik bersama untuk kepentingan pribadinya sehingga merugikan mahkluk hidup lain. Oleh karena itu, Tragedi Kepemilikan Bersama ini umumnya terjadi pada sumber daya yang merupakan milik umum.
Pandangan yang menyebabkan terjadinya Tragedi Kepemilikan Bersama adalah keinginan untuk meraih untung yang banyak untuk kepentingan pribadi daripada membagi-bagikannya kepada manusia lain dan masing-masing mendapat jatah sedikit[2]. Pendangan seperti ini awalnya akan terasa menguntungkan bagi pihak yang memakai banyak sumber daya alam, tetapi pada akhirnya ketersediaan sumber daya alam akan habis dan justru berdampak negatif bagi pihak yang memakai dan bagi manusia lain[2]. Untuk mencegahnya dibutuhkan keinginan berkorban dengan mendapatkan sedikit namun akan berdampak positif bagi kelestarian sumber daya alam yang digunakan.

Contoh :
Pencemaran Lingkungan
Pembuangan limbah ke air seperti kimia, radioaktif, sampah rumah tangga, dan ke udara seperti sisa pembakaran, aerosol, dan lain-lain dapat menyebabkan polusi pada lingkungan. Manusia berpikir bahwa limbah yang mereka buang hanya sedikit dibandingkan luas alam yang mereka tempati dan nantinya limbah tersebut akan hilang dengan sendirinya. Pemikiran semacam ini akan menyebabkan penumpukan limbah yang akan menyebabkan polusi. Polusi akan menyebabkan kerugian pada populasi sedangkan populasi pun juga terkait dengan polusi yang dihasilkan. Sehingga semakin padat populasi maka limbah buangan yang dihasilkan akan semakin banyak.
Pada kasus lain, Tragedy of the Common diperlihatkan pada permasalahan polusi, seperti limbah, bahan-bahan kimia, radioaktif, dan limbah panas yang masuk ke perairan; gas beracun dan asap berbahaya yang mencemari udara; dan mengacaukan serta menghalangi rambu-rambu dari pandangan.
Perhitungan manusia secara rasional bahwa biaya limbah jika dibuang ke area milik bersama (common) adalah lebih rendah daripada biaya pengolahan limbah sebelum dibuang. Semenjak pendapat ini benar untuk setiap orang, kita telah terperangkap dalam suatu sistem “kecurangan dalam sarang kita sendiri,” selanjutnya kita hanya bersikap seakan-akan tidak bersalah, rasional dan bertindak seperti pengusaha yang bebas berbuat apa saja. Kita tidak memiliki langkah-langkah maju sejauh ini menemukan solusi permasalahan polusi. Permasalahan polusi adalah konsekuensi dari pertambahan populasi penduduk. Saya tidak tahu apa-apa bagaimana orang-orang Amerika di perbatasan membuang sampahnya. “Biar air yang membersihkannya sendiri,” kakek saya selalu mengatakannya begitu, dan mitos ini cukup kuat kebenarannya saat ia masih anak-anak, selama belum banyak orang-orang. Tetapi populasi penduduk menjadi tumbuh pesat, bahan-bahan kimia dan biologi yang mengalami proses recycling menjadi bertambah, hak kepemilikan harus didefinisikan kembali.

3. Ayat-Ayat Al-Qur'an

- Air
Al Baqarah Ayat 74
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
- Tanah
Al A’raaf Ayat 58
وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
- Udara
Ar-Rum ayat 46
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur” (QS ar Rum: 46).
- Tumbuhan
Al-An'am ayat 141
وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 141)
- Bintang
Al Mulk Ayat 5
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Thursday, October 10, 2019

SEJARAH LAHIR DAN BERKEMBANGNYA ANTROPOLOGI

Setelah kita mengetahui "Dasar Antropplogi" pada postingan sebelumnya, babakan google juga harus tau Bagaimana sejarah dan perkembangan Antropologi itu. Karna tanpa sejarah tak mungkin Antropologi ada, untuk itu Jika kita ingin mengenali lebih dalam tentang Antropologi maka pelajarilah sejarahnya.

A. Fase - Fase Perkembangan Antropologi

Fase perkembangan Antropologi terbagi menjadi empat bagian:
1. Fase pertama (sebelum 1800)
Selama empat abad berselang. Dimulai sejak abad 15 hingga permulaan abad ke 16, bangsa Eropa menularkan pengaruh besar terhadap berbagai suku, bangsa, masyarakat hingga budaya setempat. Mereka melakukan penjajahan di tiga benua, afrika, asia dan amerika. Ketika bangsa Eropa menemukan suatu hal yang aneh, suatu hal-hal yang baru di tempat jajahannya. Mereka mencurahkan pengalaman-pengalaman yang mereka dapat ke sebuah tulisan. Kumpulan-kumpulan tulisan itu disebut Etnographi. Terdapat beberapa pendapat dalam segi sudut pandang seseorang dalam memaknainya. Mulai dari beranggapan mereka (bangsa yang dijajah) adalah makhluk liar hingga sebutan-cebutan keturunan iblis dilontarkan. Ada juga yang mencoba mengumpulkan barang-barang antik lalu mengumpulkannya untuk diperlihatkan ke semua orang.
2. Fase kedua (sekitar abad ke 19)
Pada pertengahan abad ke 19 ini, antropologi lebih condong digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat-tingkat budaya dengan meneliti sejarah penyebaran kebudayaan-kebudayaan di muka bumi. Orang Eropa menganggap kebudayaan bangsa-bangsa diluar Eropa adalah bangsa yang kuno. Dengan mempelajarinya sama halnya mereka mencari tahu sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
Karangan-karangan etnografi berdasarkan cara berfikir evolusi masyarakat. Maknanya masyarakat dan kebudayaan manusia berevolusi dengan sangat lambat hingga memerlukan waktu yang sangat lama.
3. Fase ketiga (permualaan abad ke 20)
Pada permulaan abad ke-20, bahan-bahan etnografi lebih difahami lagi demi mengetahui seluk-beluk suatu bangsa, mempelajari kelemahan-kelemahannya lalu menaklukannya. Masa ini memperlihatkan bahwa disiplin ilmu Antropologi berperan aktif sebagai ilmu terapan. Tujuannya hanya untuk mengetahui pengertian masyarakat masa kini yang kompleks dan berfungsi untuk menundukkan bangsa-bangsa lain seperti benua Amerika, Asia dan juga Afrika yang sudah ada dalam genggaman Eropa barat.
4. Fase keempat (sesudah kira-kira 1930)
Pada masa ini perkembangan antropologi bertambah pesat dan luas. Bertambahnya pengetahuan yang lebih teliti dan ketajaman dalam metode ilmiahnya sangat mengesankan. Adanya perkembangan yang pesat ini mengakibatkan hilangnya sedikit demi sedikit masyarakat primitif dan kebudayaan-kebudayan kuno. Antropologi dimasa ini berperan dalam dua hal yakni, dalam bidang akademik dan juga tujuan praktis. Tujuan dalam bidang akademiknya berusaha untuk mencapai pengertian manusia dengan mempelajari keragaman bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya. Sedangkan tujuan praktisnya adalah mempelajari, memahami dan membangun masayarakat suku bangsa.

B. Tujuan Kajian Antropologi

-Akademis yakni antropologi digunakan untuk mencapai suatu pemahaman tentang manusia.
-Praktis yakni antopologi digunakan untuk suatu kepentingan pembangunan.

C. Hubungan Antropologi Dengan Ilmu Lain

1. Hubungan antara ilmu geologi dengan Antropologi.
2. Hubungan antara ilmu paleontologi dengan antropologi.
3. Hubungan ilmu anatomi dengan antropologi.
4. Hubungan ilmu kesehatan masyarakat dengan antropologi.
5. Hubungan ilmu linguistik dengan antropologi.
6. Hubungan antara arkeologi dengan antropologi.
7. Hubungan ilmu sejarah dengan antropoogi.
8. Hubungan ilmu pskitriati dengan antropologi.
9. Hubungan ilmu geografi dan antropologi.
10. Hubungan ilmu ekonomi dengan antropologi.
11. Hubungan ilmu hukum adat dengan antropologi.
12. Hubungan ilmu adsministrasi dengan antropologi.
13. Hubungan ilmu politik dan antropologi.

D. Antropologi Spesialisasi

Antropologi spesialisasi dibagi menjadi banyak keilmuan, antara lain:
a. Antropologi Kesehatan
Antropologi kesehatan merupakan keilmuan yang membahas pengaruh unsur-unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat mengenai penyakit dan kesehatan.
b. Antropologi Ekonomi
Antropologi Ekonomi adalah bidang kajian antropologi yang mempelajari gejala ekonomi dalam kehidupan masyarakat dengan melihat gaya hidup manusia dan sistem pencarian makanan secara subtantif.
c. Antropologi Perkotaan
Antropologi Perkotaan menggunakan pendekatan antropologi  untuk membahas masalah perkotaan. Masalah perkotaan muncul dan berkembang  menjadi ciri dari hakekat kota itu sendiri.
d. Antropologi Kependudukan
Antropologi Kependudukan mempelajari cara mengatasi masalah-masalah kependudukan. Beberapa kendala yang menghambat kelancaran program kependudukan antara lain, latar belakang dan kondisi sosial budaya masyarakat.
e. Antropologi Pendidikan
Antropologi Pendidikan bermanfaat untuk mengasah kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik,  dalam menganalisa, mensintesa, dan mengevaluasi topik-topik di sekitar antropologi.
f. Antropologi Hukum
Antropologi Hukum berkaitan dengan suatu norma sosial adalah hukum. Jika terjadi pelanggaran atau tindakan yang bertentangan dengan norma sosial maka pelanggar akan diberikan sanksi.
g. Antropologi Sosial
Salah satu studi ilmu antropologi yang mempelajari kebudayaan masyarakat dalam suatu etnis. Ilmu ini mempelajari manusia dari sisi keragaman fisik seperti perilaku, tradisi, serta nilai – nilai budaya yang berbeda. Sehingga, dapat dikatakan bahwa antropologi sosial mempelajari tentang apa saja yang terjadi dalam kehidupan manusia.
h. Antropologi Forensik
Antropologi forensik merupakan antropologi terapan yang menggabungkan ilmu antropologi fisik atau yang biasa disebut biologi, dengan ilmu Osteologi dan Ondotologi. Kedua ilmu tersebut mempelajari tentang kondisi tulang dan gigi. Kemudian, antropologi forensik berkaitan dengan pengguaan osteologi dan odontologi dalam identifikasi mayat.
i. Antropologi Pembangunan
Dalam kajian antropologi, pembangunan adalah bagian dari kebudayaan. Pembangunan sendiri menandai eksistensi dari beberapa tindakan manusia. Sedangkan kebudayaan adalah sebuah pedoman untuk manusia bertindak. Dengan demikian, berdasarkan prespektif antropologi, pembangunan dinilai memiliki tujuan untuk membangun masyarakat serta peradaban manusia
j. Antropologi Terapan
Antropologi Terapan merupakan tempat keterampilan, pengetahuan dan sudut pandang ilmu antropologi. Antropologi Terapan digunakan untuk mencari solusi dari masalah-masalah praktis kemanusiaan serta menfasilitasi pembangunan manusia. Antropologi Terapan berkaitan dengan masalah nyata dan berbagai kebutuhan kelompok sosial di masa kini seperti masalah pengangguran konflik kelompok etnis, bencana alam, kemiskinan struktural, ethnic cleancing dan sebagaimnya. Antropologi terapan diketahui, dipelajari dan diaplikasikan dengan menyesuaikan situasi kajian.