Thursday, October 10, 2019

SEJARAH LAHIR DAN BERKEMBANGNYA ANTROPOLOGI

Setelah kita mengetahui "Dasar Antropplogi" pada postingan sebelumnya, babakan google juga harus tau Bagaimana sejarah dan perkembangan Antropologi itu. Karna tanpa sejarah tak mungkin Antropologi ada, untuk itu Jika kita ingin mengenali lebih dalam tentang Antropologi maka pelajarilah sejarahnya.

A. Fase - Fase Perkembangan Antropologi

Fase perkembangan Antropologi terbagi menjadi empat bagian:
1. Fase pertama (sebelum 1800)
Selama empat abad berselang. Dimulai sejak abad 15 hingga permulaan abad ke 16, bangsa Eropa menularkan pengaruh besar terhadap berbagai suku, bangsa, masyarakat hingga budaya setempat. Mereka melakukan penjajahan di tiga benua, afrika, asia dan amerika. Ketika bangsa Eropa menemukan suatu hal yang aneh, suatu hal-hal yang baru di tempat jajahannya. Mereka mencurahkan pengalaman-pengalaman yang mereka dapat ke sebuah tulisan. Kumpulan-kumpulan tulisan itu disebut Etnographi. Terdapat beberapa pendapat dalam segi sudut pandang seseorang dalam memaknainya. Mulai dari beranggapan mereka (bangsa yang dijajah) adalah makhluk liar hingga sebutan-cebutan keturunan iblis dilontarkan. Ada juga yang mencoba mengumpulkan barang-barang antik lalu mengumpulkannya untuk diperlihatkan ke semua orang.
2. Fase kedua (sekitar abad ke 19)
Pada pertengahan abad ke 19 ini, antropologi lebih condong digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat-tingkat budaya dengan meneliti sejarah penyebaran kebudayaan-kebudayaan di muka bumi. Orang Eropa menganggap kebudayaan bangsa-bangsa diluar Eropa adalah bangsa yang kuno. Dengan mempelajarinya sama halnya mereka mencari tahu sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
Karangan-karangan etnografi berdasarkan cara berfikir evolusi masyarakat. Maknanya masyarakat dan kebudayaan manusia berevolusi dengan sangat lambat hingga memerlukan waktu yang sangat lama.
3. Fase ketiga (permualaan abad ke 20)
Pada permulaan abad ke-20, bahan-bahan etnografi lebih difahami lagi demi mengetahui seluk-beluk suatu bangsa, mempelajari kelemahan-kelemahannya lalu menaklukannya. Masa ini memperlihatkan bahwa disiplin ilmu Antropologi berperan aktif sebagai ilmu terapan. Tujuannya hanya untuk mengetahui pengertian masyarakat masa kini yang kompleks dan berfungsi untuk menundukkan bangsa-bangsa lain seperti benua Amerika, Asia dan juga Afrika yang sudah ada dalam genggaman Eropa barat.
4. Fase keempat (sesudah kira-kira 1930)
Pada masa ini perkembangan antropologi bertambah pesat dan luas. Bertambahnya pengetahuan yang lebih teliti dan ketajaman dalam metode ilmiahnya sangat mengesankan. Adanya perkembangan yang pesat ini mengakibatkan hilangnya sedikit demi sedikit masyarakat primitif dan kebudayaan-kebudayan kuno. Antropologi dimasa ini berperan dalam dua hal yakni, dalam bidang akademik dan juga tujuan praktis. Tujuan dalam bidang akademiknya berusaha untuk mencapai pengertian manusia dengan mempelajari keragaman bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya. Sedangkan tujuan praktisnya adalah mempelajari, memahami dan membangun masayarakat suku bangsa.

B. Tujuan Kajian Antropologi

-Akademis yakni antropologi digunakan untuk mencapai suatu pemahaman tentang manusia.
-Praktis yakni antopologi digunakan untuk suatu kepentingan pembangunan.

C. Hubungan Antropologi Dengan Ilmu Lain

1. Hubungan antara ilmu geologi dengan Antropologi.
2. Hubungan antara ilmu paleontologi dengan antropologi.
3. Hubungan ilmu anatomi dengan antropologi.
4. Hubungan ilmu kesehatan masyarakat dengan antropologi.
5. Hubungan ilmu linguistik dengan antropologi.
6. Hubungan antara arkeologi dengan antropologi.
7. Hubungan ilmu sejarah dengan antropoogi.
8. Hubungan ilmu pskitriati dengan antropologi.
9. Hubungan ilmu geografi dan antropologi.
10. Hubungan ilmu ekonomi dengan antropologi.
11. Hubungan ilmu hukum adat dengan antropologi.
12. Hubungan ilmu adsministrasi dengan antropologi.
13. Hubungan ilmu politik dan antropologi.

D. Antropologi Spesialisasi

Antropologi spesialisasi dibagi menjadi banyak keilmuan, antara lain:
a. Antropologi Kesehatan
Antropologi kesehatan merupakan keilmuan yang membahas pengaruh unsur-unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat mengenai penyakit dan kesehatan.
b. Antropologi Ekonomi
Antropologi Ekonomi adalah bidang kajian antropologi yang mempelajari gejala ekonomi dalam kehidupan masyarakat dengan melihat gaya hidup manusia dan sistem pencarian makanan secara subtantif.
c. Antropologi Perkotaan
Antropologi Perkotaan menggunakan pendekatan antropologi  untuk membahas masalah perkotaan. Masalah perkotaan muncul dan berkembang  menjadi ciri dari hakekat kota itu sendiri.
d. Antropologi Kependudukan
Antropologi Kependudukan mempelajari cara mengatasi masalah-masalah kependudukan. Beberapa kendala yang menghambat kelancaran program kependudukan antara lain, latar belakang dan kondisi sosial budaya masyarakat.
e. Antropologi Pendidikan
Antropologi Pendidikan bermanfaat untuk mengasah kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik,  dalam menganalisa, mensintesa, dan mengevaluasi topik-topik di sekitar antropologi.
f. Antropologi Hukum
Antropologi Hukum berkaitan dengan suatu norma sosial adalah hukum. Jika terjadi pelanggaran atau tindakan yang bertentangan dengan norma sosial maka pelanggar akan diberikan sanksi.
g. Antropologi Sosial
Salah satu studi ilmu antropologi yang mempelajari kebudayaan masyarakat dalam suatu etnis. Ilmu ini mempelajari manusia dari sisi keragaman fisik seperti perilaku, tradisi, serta nilai – nilai budaya yang berbeda. Sehingga, dapat dikatakan bahwa antropologi sosial mempelajari tentang apa saja yang terjadi dalam kehidupan manusia.
h. Antropologi Forensik
Antropologi forensik merupakan antropologi terapan yang menggabungkan ilmu antropologi fisik atau yang biasa disebut biologi, dengan ilmu Osteologi dan Ondotologi. Kedua ilmu tersebut mempelajari tentang kondisi tulang dan gigi. Kemudian, antropologi forensik berkaitan dengan pengguaan osteologi dan odontologi dalam identifikasi mayat.
i. Antropologi Pembangunan
Dalam kajian antropologi, pembangunan adalah bagian dari kebudayaan. Pembangunan sendiri menandai eksistensi dari beberapa tindakan manusia. Sedangkan kebudayaan adalah sebuah pedoman untuk manusia bertindak. Dengan demikian, berdasarkan prespektif antropologi, pembangunan dinilai memiliki tujuan untuk membangun masyarakat serta peradaban manusia
j. Antropologi Terapan
Antropologi Terapan merupakan tempat keterampilan, pengetahuan dan sudut pandang ilmu antropologi. Antropologi Terapan digunakan untuk mencari solusi dari masalah-masalah praktis kemanusiaan serta menfasilitasi pembangunan manusia. Antropologi Terapan berkaitan dengan masalah nyata dan berbagai kebutuhan kelompok sosial di masa kini seperti masalah pengangguran konflik kelompok etnis, bencana alam, kemiskinan struktural, ethnic cleancing dan sebagaimnya. Antropologi terapan diketahui, dipelajari dan diaplikasikan dengan menyesuaikan situasi kajian.

No comments:

Post a Comment