Monday, January 20, 2020

Kearifan Lokal

5 Kearifan Tradisional Indonesia


1. Awig-Awig ( Lombok Barat dan Bali )

Merupakan aturan adat yang menjadi pedoman untuk bertindak dan bersikap terutama dalam hal
berinteraksi dan mengolah sumber daya alam dan lingkungan didaerah Lombok Barat dan Bali.

Image result for awig awig


2. Cingcowong ( Sunda / Jawa Barat )

Merupakan upacara untuk meminta hujan, tradisi Cingcowong ini dilakukan turun temurun oleh masyarakat Luragung guna untuk melestarikan budaya serta menunjukan bagaimana suatu permintaan kepada yang Maha Kuasa apabila tanpa adanya patuh terhadap perintahNya.

Image result for cingcowong


3. Bebie ( Muara Enim – Sumatera Selatan )

Merupakan tradisi menanam dan memanen padi secara bersama-sama dengan tujuan agar pemanenan padi cepat selesai, dan setelah panen selesai akan diadakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang sukses.

Image result for bebie muara enim

4. Hutan Larangan Adat ( Desa Rumbio Kec. Kampar Prov. Riau )

Kearifan Lokal ini dibuat dengan tujuan untuk agar masyarakat sekitar bersama-sama melestarikan hutan disana, dimana ada peraturan untuk tidak boleh menebang pohon dihutan tersebut dan akan dikenakan denda seperti beras 100 kg atau berupa uang sebesat Rp 6.000.000,- jika melanggar.


Image result for hutan larangan adat rumbio

5. Bercocok Tanam ( Jawa )

kearifan lokal budaya Jawa adalah konsep pranata mangsa. Masyarakat petani dahulu mengenal konsep itu untuk melakukan kegiatan dalam bercocok tanam.

Image result for konsep pranata mangsa bercocok tanam jawa

Sunday, December 15, 2019

Belajar Kebudayaan Asing

PROSES BELAJAR KEBUDAYAAN

1.Internalisasi
a)Proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal.
b)Di mana dia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat nafsu serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
c)Dari hari ke hari dalam kehidupannya, bertambahlah pengalaman seorang manusia mengenai bermacam-macam perasaan baru.
2.Sosialisasi
a)Proses seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekelilingnya yang menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.
b)Proses sosialisasi yang terjadi tentu saja berbeda-beda satu sama lainnya.Golongan sosial yang satu dengan lain atau dalam lingkungan sosial dari berbagai suku bangsa di Indonesia atau dalam lingkungan sosial bangsa-bangsa lain di dunia.
3.Enkulturasi
a)Seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kehidupannya.
b)Sejak kecil proses ini sudah mulai tertanam dalam alam pikiran warga suatu  masyarakat.Mula-mula dari orang-orang di dalam lingkungan keluarganya,kemudian teman-teman bermainnya.Seorang individu akan belajar meniru berbagai macam tindakan. Dengan berkali-kali meniru maka tindakannya menjadi pola yang mantap dan norma yang mengatur tindakannya “dibudayakan”.
4.Difusi
1.Difusi kebudayaan adalah proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
2.Penyebaran dari individu ke individu lain dalam batas satu masyarakat disebut difusi intramasyarakat.
3.Sedangkan penyebaran dari masyarakat ke masyarakat disebut difusi intermasyarakat.
4. Difusi mengandung tiga proses yang dibeda-bedakan:
a)Proses penyajian unsur baru kepada suatu masyarakat.
b)Penerimaan unsur baru.
c)Proses integrasi.
5.Akulturasi
1.Redfield, Linton, Herskovits: Mengemukakan bahwa akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok– kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau pada kedua-duanya.
2.Gillin dan Gillin dalam bukunya Cultural Sociologi, Mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses dimana masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya mengalami perubahan oleh kontak yang lama dan langsung, tetapi dengan tidak sampai kepada percampuran yang komplit dan bulat dari dua kebudayaan itu.
3.Dr. Koentjaraningrat, mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa , sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaa sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
4. Bentuk-bentuk kontak kebudayaan yang dapat meningbulkan proses akulturasi:
a)Kontak dapat terjadi antara seluruh masyarakat, atau antar bagian-bagian saja dalam masyarakat, atau dapat pula terjadi antar individu-individu dari dua kelompok.
b)Antar golongan yang bersahabat dan golongan yang bermusuhan.
c)Antar masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai.
d)Antar masyarakat yang sama besarnya atau antar masyarakat yang berbeda besarnya.
e)Antara aspek-aspek yang material dan yang non material dari kebudayaan yang sederhana dengan kebudayaan yang komplek, dan antar kebudayaan yang komplek dengan yang komplek pula.
6.Asimilasi
Asimilasi adalah satu proses sosial yang telah lanjut dan yang ditandai oleh makin kurangnya perbedaan atara individu-individu dan antar kelompok-kelompok, dan makin eratnya persatuan aksi, sikap dan proses mental yang berhubungan dengan dengan kepentingan dan tujuan yang sama.
Faktor-faktor yang memudahkan asimilasi:
a)Faktor toleransi.
b)Faktor adanya kemungkinan yang sama dalam bidang ekonomi.
c)Faktor adanya simpati terhadap kebudayaan yang lain.
d)Faktor perkawinan campuran .

Adat Istiadat, Norma dan Hukum

Pengertian


Adat istiadat merupakan norma yang tak tertulis namun sangat kuat mengikatnya sehingga anggota anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan menderita yang kadang kadang secara tidak langsung dikenakan. Adat istiadat besifat turun temurun dari generasi ke generasi sebagai bentuk warisan. Adat istiadat memiliki kekuatan yang sangat penting dalam membentuk karakter individu dalam menjalai kehidupan ditengah tengah masyarakat. Pada masyarakat, apabila ada melanggar akan dikenakan sanksi yang keras kepada siapa saja.

Norma adalah pedoman atau petunjuk hidup bagi masyarakat yang berisi perintah dan larangan yang menentukan sesuatu perbuatan dikatakan baik atau buruk. Dengan adanya norma norma ini diharapkan dapat tercipta manusia dan masyarakat Indonesia yang tertib,disiplin, dan beradab.

Hukum adalah seperangkat aturan yang dibuat untuk mengatur masyarakat. kata peraturan ini sering dikaitkan dengan kehidupan berbangasa dan bernegara yang biasa dikenal dengan peraturan perundang undangan. Undang undang disusun dan disahkan oleh lembaga yang berwenang disebut sebagai hukum. Hukum inilah yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.

ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah: (1) masalah hakekat hidup, (2) hakekat kerja atau karya manusia, (3) hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, (4) hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar, dan (5) hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.


KARAKTERISTIK KEBUDAYAAN


1. Culture is an adaptive mechanism (Adaptif)
Artinya, suatu kebudayaan adalah mekanisme dalam mempertahankan pola kehidupan manusia.

2. Culture is learned (Dipelajari)
Artinya, bahwa kebudayaan didapat dari proses pembelajaran untuk berbudaya, karena secara naluriah saja manusia akan hidup tanpa sebuah kebudayaan.

3. Cultures change (Berubah)
Artinya, bahwa kebudayaan berkembang sesuai dengan berjalanya waktu dan dinamis setiap saat, tergantung waktu dan tempat berlangsungnya kebudayaan.

4. People usually are not aware of their culture (Tidak disadari oleh masyarakatnya)
Artinya, bahwa kebudayaan berkembang dan dinamis setiap saat, tergantung waktu dan tempat berlangsungnya kebudayaan.

5. We do not know all of our own country (Tidak diketahui secara keseluruhan)
Artinya, bahwa semua masyarakat tidak ada yang mengetahui secara keseluruhan suatu kebudayaan yang ada dalam lingkup daerahnya, hanya saja yang diketahui berupa fakta-fakta sosial.

6. Culture gives us a range of permissible behavior patterns (memberikan dan membatasi pola tingkah laku)
Artinya, bahwa kebudayaan memberikan jarak dalam interaksi dan membatasi pola tingkah laku masyarakatnya.Kebudayaan umumnya memberikan jarak dalam cara bagaimana laki-laki sebagai laki-laki, wanita sebagai wanita.

7. Cultures no longer exist in isolation (Tidak bertahan lama disuatu daerah terpencil)
Artinya kebudayaan tidak akan bertahan lama dalam suatu wilayah atau daerah terpencil.

8. Culture is shared (Dibagikan)
Artinya, bahwa suatu kebudayaan merupakan kumpulan prinsip dan keyakinan baik, sehingga manusia tersebut akan berusaha melestarikan dengan cara menyebarkan ke manusia lain.

Monday, December 9, 2019

ETIKA LINGKUNGAN

PENGERTIAN ETIKA LINGKUNGAN

ETIKA

Dalam bahasa Yunani Kuno : Ethikos, berarti timbul dari kebiasaan adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai yang menjadi studi mengenai standar dan penelitian moral.

Menurut Aristoteles :
1. Terminius Techinius ialah sebuah etika yang dipelajari sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu problema tindakan manusia
2. Manner and Cutom adalah sebuah pembahasan etika yang berhubungan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam diri manusia

ETIKA LINGKUNGAN

Etika Lingkungan adalah perbuatan apa yang dinilai baik untuk lingkungan dan apa yang tidak baik bagi lingkungan. Bersumber pada pandangan seseorang tentang lingkungan.

TEORI ETIKA LINGKUNGAN

1. Antroposentrisme / Shallow Enviromental Ethics
Teori yang memandang manusia sebagai pusat dari alam semesta
2.Biosentrisme / Intermediate Environmental Ethics
Teori yang memandang lingkungan hidup sebagai pusat kehidupan
3. Ekosentrisme / Deep Environmental Ethics
Cara pandang bahwa pemakaian etika diperluas untuk mencakup komunitas ekosistem secara keseluruhan
- Deep Ecology adalah suatu ide, perasaan, spiritualitas dan tindakan pendekatan yang holistik dalam menghadapi permasalahan global, mempersatukan pikiran,perasaan dan tindakan.
- DE merupakan cara pandang radikal yang dilandaskan keyakinan tentang "kosmik yang satu" dan "kedewasaan" manusia
-DE diintroduksikan oleh Ame Naess tahun 1970-an (Norwegian) = pendekatan spiritual dan mendalam terhadap alam. (Mrs.Rachel Carson dalam buku Silent Spring)

Perbedaan Filantropi dan Altruistik
- Filantropi : tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia sera nilai kemanusiaan, sehingga menyumbangkan waktu, uang dan tenaganya untuk menolong orang lain.
- Altruistik : tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa pamrih.

DASAR PENDEKATAN ETIKA LINGKUNGAN

1. Dasar Pendekatan Ekologis
Mengenalkan suatu pemahaman adanya keterkaitan yang luas atas kehidupan
2. Dasar Pendekatan Humanisme
Menekankan pentingnya tanggung jawab kita untuk hak dan kesejahteraan manusia lain atas sumber daya
3. Dasar Pendekatan Teologis
Dasar dari kedua pendeketan sebelumnya, bersumber dari agama dengan nilai-nilai luhur dan mulia ajarannya.

PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN

Menurut Keraf (2005) :
1. Sikap Hormat Terhadap Alam (Respect For Nature)
2. Prinsip Tanggung Jawab (Moral Responsibillity For Nature)
3. Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity)
4. Kepedulian Terhadap Alam (Caring for Nature)
5. Tidak Merugikan (No Harm)
6. Hidup Sederhana dan Selaras Dengan Alam
7. Keadilan
8. Demokrasi
9. Integritas Moral

KESADARAN LINGKUNGAN

Kesadaran Lingkungan adalah keadaan tergugahnya jiwa setiap individu yang dapat terlihat dari sikap atau perilakunya dalam menjaga kelestarian lingkungannya.